ASKEP ISTIRAHAT TIDUR

  •   Istirahat

Istirahat merupakan keadaan rileks tanpa adanya tekanan emosional, bukan hanya dalam keadaan tidak beraktivitas tetapi juga kondisi yg membutuhkan ketenangan. Namun tidak berarti tidak melakukan aktivitas apa pun, duduk santai di kursi empuk atau berbaring di atas tempat tidur juga merupakan bentuk istirahat. Sebagai pembanding, klien/orang sakit tidak beraktifitas tapi mereka sulit mendapatkan istirahat begitu pula dengan mahasiswa yang selesai ujian merasa melakukan istirahat dengan jalan-jalan. Oleh karena itu perawat dalam hal ini berperan dalam  menyiapkan lingkungan  atau suasana yang nyaman untuk beristirahat  bagi klien/pasien.

  • Tidur

Tidur merupakan suatu keadaan perilaku individu yang relatif tenang disertai peningkatan ambang rangsangan  yang tinggi terhadap  stimulus dari luar. Keadaan ini bersifat teratur, silih berganti dengan keadaan terjaga (bangun), dan mudah dibangunkan, (Hartman). Pendapat lain juga menyebutkan bahwa tidur merupakan  suatu keadaan istirahat yang terjadi dalam suatu waktu tertentu, berkurangnya kesadaran membantu memperbaiki sistem tubuh/memulihkan energi. Tidur juga sebagai fenomena di mana terdapat periode tidak sadar yang disertai perilaku fisik psikis yang berbeda dengan keadaan terjaga.

FUNGSI ISTIRAHAT DAN TIDUR

  1. Memperbaiki keadaan fisiologis dan psikologis.
  2. Melepaskan stress dan ketegangan.
  3. Memulihkan keseimbangan alami di antara pusat-pusat neuron.
  4. Secara tradisional, dipandang sebagai waktu untuk memperbaiki dan menyiapkan diri pada waktu periode bangun.
  5. Memperbaiki proses biologis dan memelihara fungsi jantung.
  6. Berperan dalam belajar, memori dan adaptasi.
  7. Mengembalikan konsentrasi dan aktivitas sehari-hari.
  8. Menghasilkn hormon pertumbuhan utk memperbaiki serta memperbaharui epitel dan sel otak.
  9. Menghemat dan menyediakan energi bagi tubuh.
  10. Memelihara kesehatan optimal dan mengembalikan kondisi fisik.

TAHAP-TAHAP TIDUR

1.      NREM (Non Rapid Eye Movement).
Ada 4 tahapan :
a.       Tahap 1 :
1)      Termasuk light sleep.
2)      Berakhir hanya beberapa menit.
3)      Penurunan aktivitas fisik dimulai dengan penurunan gradual dalam tanda vital dan metabolisme.
4)      Dengan mudah dibangunkan dengan stimulus sensori seperti suara dan individu merasa seperti mimpi di siang hari.
b.      Tahap 2 :
1)      Merupakan periode sound sleep.
2)      Kemajuan relaksasi.
3)      Masih dapat dibangunkan dengan mudah.
4)      Berlangsung selama 10-20 menit.
5)      Fungsi tubuh berlangsung lambat.
c.       Tahap 3 :
1)      Tahap awal tidur dalam.
2)      Lebih sulit dibangunkan dan jarang bergerak.
3)      Otot secara total relaksasi.
4)      Tanda vital mengalami kemunduran teratur.
5)      Berlangsung 15-30 menit.
d.       Tahap 4 :
1)      Tahap tidur benar-benar nyenyak.
2)      Sangat sulit dibangunkan.
3)      Jika tidur nyenyak telah terjadi, akan menghabiskan sepanjang malam pada tahap ini.
4)      Bertanggung jawab mengistirahatkan dan memperbaiki tidur.
5)      Tanda vital menurun secara signifikan.
6)      Berlangsung 15-30 menit.
7)      Dapat terjadi tidur berjalan dan mengompol.